Selasa, 11 November 2014

TUGAS AKHIR UAS NOVY GOSAN / 705140033


     Perkembangan Emosi pada Remaja

Latar Belakang
     Emosi adalah salah satu aspek perkembangan yang sangat berpengaruh besar terhadap sikap dan perilaku remaja. Jika dilihat dari tiga, ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik, emosi termasuk ke dalam ranah afektif. Emosi banyak berpengaruh terhadap fungsi-fungsi psikis lainnya, seperti pengamatan, tanggapan, pemikiran, dan kehendak. Remaja akan melakukan pengamatan atau pemikiran dengan baik jika disertai dengan emosi yang baik pula. Remaja akan memberikan tanggapan yang positif terhadap suatu objek disertai dengan pemikiran positif. Sebaliknya, remaja akan melakukan pengamatan atau tanggapan negatif terhadap suatu objek, jika disertai oleh emosi yang negatif terhadap objek tersebut (dikutip dalam Ali & Asrori, 2014).

Pengertian Emosi
     Menurut Psikologi. Emosi diterangkan sebagai respons perilaku yang pencapaiannya menunjukan proses yang spesifik (Djohan, 2009, h. 80).
     Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Emosi adalah luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat; keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan (Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], 2014).
    
Bentuk-Bentuk Emosi
    Emosi merupakan ranah afektif  yang menyertai setiap keadaan atau perilaku remaja.  Ranah afektif adalah perasaan-perasaan tertentu yang dialami pada saat menghadapi suatu situasi tertentu, misalnya gembira, bahagia, putus asa, terkejut, atau benci.
    Goleman (dikutip dalam Ali dan Asrori 2014), menggolongkan bentuk emosi sebagai berikut: a) amarah, beringas, mengamuk, benci, marah besar, jengkel, kesal hati, terganggu, tersinggung, bermusuhan, dan paling hebat adalah tindakan kekerasan dan kebencian patologis; b) kesedihan, pedih, muram, suram, melankolis, mengasihi diri, kesedihan, ditolak, dan depresi berat; c) rasa takut, takut, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali, waspara, tidak senang, ngeri, takut sekali, fobia dan panic; d) kenikmatan, bahagia, gembira, puas, terhibur, bangga, takjub, terpesona, senang sekali dan manis; e) cinta, persahabatan, penerimaan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, dan kasmaran; f) terkejut, terpana dan takjub; g) jengkel, hina, jijik, muak, benci; dan h) malu, rasa bersalah, malu hati, kesal hati, sesal, hina, aib, dan hati hancur lebur.
     Seperti yang telah diuraikan di atas, bahwa semua emosi menurut Goleman pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak dan memberikan respon atau bertingkah laku terhadap stimulus yang ada.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Emosi Remaja
     Perkembangan emosi remaja pada umumnya tampak jelas pada perubahan tingkah laku. Kualitas atau fluktuasi gejala yang tampak dalam tingkah laku itu sangat tergantung pada tingkat fluktuasi emosi yang ada pada remaja tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari sering kita lihat beberapa tingkah laku emosional, misalnya agresif, rasa takut yang berlebihan, sikap apatis, dan tingkah laku menyakiti diri, seperti melukai diri sendiri dan memukul-mukul kepala sendiri (Ali & Asrori, 2014, h. 69-71).
     Sejumlah faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi remaja adalah sebagai berikut.
     Perubahan Jasmani. Ditunjukan dengan adanya pertumbuhan yang sangat cepat dari anggota tubuh. Pada taraf permulaan pertumbuhan ini hanya terbatas pada bagian-bagian tertentu saja yang mengakibatkan postur tubuh menjadi tidak seimbang. Ketidakseimbangan tubuh ini sering mempunyai akibat yang tak terduga pada perkembangan emosi remaja. Tidak semua remaja dapat menerima perubahan kondisi tubuh seperti itu, lebih-lebih jika perubahan tersebut menyangkut kulit yang menjadi kasar dan penuh jerawat. Hormon-hormon tertentu mulai berfungsi sejalan dengan perkembangan alat kelaminnya sehingga dapat menyebabkan rangsangan di dalam tubuh remaja dan seringkali menimbulkan masalah dalam perkembangan emosinya.
     Perubahan Pola Interaksi dengan OrangTua. Pola asuh orangtua terhadap remaja, sangat bervariasi. Ada yang pola asuhnya menurut apa yang dianggap terbaik oleh dirinya sendiri saja sehingga ada yang bersifat otoriter, memanjakan anak, acuh tak acuh, tetapi ada juga yang dengan penuh cintah kasih. Perbedaan pola asuh orangtua seperti ini dapat berpengaruh terhadap perbedaan perkembangan emosi remaja. Cara memberikan hukuman misalnya, kalau dulu anak dipukul karena nakal, pada masa remaja cara semacam itu justru dapat menimbulkan ketegangan yang lebih berat antara remaja dengan orangtuanya.
     Perubahan Interaksi dengan Teman Sebaya. Remaja seringkali membangun interaksi sesama teman sebayanya secara khas dengan cara berkumpul untuk melakukan aktivitas bersama dengan membentuk semacam geng. Interaksi antaranggota dalam suatu kelompok geng biasanya sangat intens serta memiliki kohesivitas dan solidaritas yang sangat tinggi.
     Perubahan Pandangan Luar. Faktor penting yang mempengaruhi perkembangan emosi remaja selain perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri remaja itu sendiri adalah pandangan dunia luar. Ada sejumlah perubahan pandangan dunia luar yang dapat menyebabkan konflik-konflik emosional dalam diri remaja, yaitu sebagai berikut (a) sikap dunia luar terhadap remaja sering tidak konsisten, (b) dunia luar atau masyarakat masih menerapkan nilai-nilai yang berbeda untuk remaja laki-laki dan perempuan, dan (c) seringkali kekosongan remaja dimanfaatkan oleh pihak luar yang tidak bertanggung jawab, yaitu dengan carab melibatkan remaja tersebut ke dalam kegiatan-kegiatan yang merusak dirinya dan melanggar nilai-nilai moral.
     Perubahan Interaksi dengan Sekolah. Pada masa anak-anak, sebelum menginjak masa remaja, sekolah merupakan tempat pendidikan yang diidealkan oleh mereka. Para guru merupakan tokoh yang sangat penting dalam kehidupan mereka karena selain tokoh intelektual, guru juga merupakan tokoh otoritas bagi para peserta didiknya. Oleh karena itu tidak heran anak-anak lebih percaya, lebih patuh, bahkan lebih takut kepada guru daripada kepada orangtuanya. Posisi guru semacam ini sangat strategis apabila digunakan untuk perkembangan emosi anak melalui penyampaian materi-materi yang positif dan konstruktif.

Pengaruh Emosi Terhadap Tingkah Laku
     Emosi merupakan ranah afektif  yang menyertai setiap keadaan atau perilaku remaja. Yang dimaksud ranah afektif ini adalah perasaan–perasaan tertentu yang dialami pada saat menghadapi (menghayati) suatu situasi tertentu, contohnya: gembira, bahagia, putus asa, terkejut, benci (tidak senang), dan sebagainya.
     Ada beberapa contoh tentang pengaruh emosi terhadap perilaku remaja diantaranya sebagai berikut: (a) memperkuat semangat, apabila remaja merasa senang atau puas atas hasil yang telah dicapai; (b) melemahkan semangat, apabila timbul rasa kecewa karena kegagalan dan sebagai puncak dari keadaan ini ialah timbulnya rasa putus asa atau frustasi; (c) menghambat atau menganggu konsentrasi belajar, apabila sedang mengalami ketegangan emosi dan bisa juga menimbulkan sikap gugup (nervous) dan gagap dalam berbicara; (d) terganggu penyesuaian sosial, apabila terjadi rasa cemburu dan iri hati; dan (e) suasana emosional yang diterima dan dialami remaja semasa kecilnya akan mempengaruhi sikapnya di kemudian hari, baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain (Terapi Emosi Anda Sebelum Emosi Menterapi Anda, 2014).

Upaya Mengembangkan Emosi Remaja dan Implikasinya bagi Pendidikan
     Upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan emosi remaja agar berkembang ke arah kecerdasan emosional antara lain dengan belajar mengembangkan: a) keterampilan emosional, cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkannya adalah mengendalikan dorongan hati, mengurangi stres, dan mengelola perasaan; b) keterampilan kognitif, cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkannya adalah belajar melakukan dialog batin sebagai cara untuk menghadapi dan mnegatasi masalah atau memperkuat perilaku diri sendiri, dan belajar mengalami sudut pandang orang lain, dan c) keterampilan perilaku, cara mengembangkannya adalah mempelajari keterampilan komunikasi nonverbal dan mempelajari keterampilan komunikasi verbal (Ali & Asrori, 2014, h. 77).

Simpulan
     Emosi merupakan faktor yang penting dalam kehidupan manusia, khususnya remaja. Emosi adalah suatu aspek yang dapat meresap ke dalam eksistensi remaja, berhubungan secara praktis ke semua perilaku remaja, seperti tindakan, persepsi, memori, belajar, atau dalam membuat keputusan. Bentuk-bentuk emosi yaitu amarah, kesedihan, rasa takut, kenikmatan, cinta, terkejut, jengkel, malu. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi remaja adalah faktor perubahan jasmani, perubahan pola interaksi dengan orangtua, perubahan interaksi dengan teman sebaya, perubahan pandangan luar, dan perubahan interaksi dengan sekolah. Kemudian upaya mengembangkan emosi remaja, yaitu pengembangan keterampilan emosional, pengembangan keterampilan kognitif, dan pengembangan keterampilan perilaku. 



DAFTAR PUSTAKA
Ali, M dan Asrori, M. (2014). Psikologi Remaja: Perkembangan peserta didik. Jakarta: Bumi Aksara.
Djohan. (2009). Apakah Emosi. Dalam Mardiyanto (Ed.), Psikologi musik (3rd ed.)Yogyakarta: Penerbit Best Publishing.
Haryanto. (2009) Pengertian emosi. Diunduh dari http://belajarpsikologi.com/pengertian-emosi/
Pusat Bahasa Depdiknas, (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia (3 Ed). diunduh dari http://kbbi.web.id/emosi


Terapi Emosi Anda Sebelum Emosi Menterapi Anda, (2014). Pengaruh emosi terhadap perilaku dan perilaku fisik. Diunduh dari http://terapiemosi.com/2014/08/10/pengaruh-emosi-terhadap-perilaku-dan-perubahan-fisik-indivdu/

0 komentar:

Posting Komentar