Kamis, 25 September 2014

ETIKA dan MORAL

Hai Guys... balik lagi ini ma saya novy ini adalah posting terbaru saya setelah absen 2 hari karna fokus ujan hehehe....
yuk di baca...^0^

ETIKA dan MORAL
Pertemuan Ke V & VI

 Ø REFERENS
Magnis Suseno(1987) Etika Dasar, masalah pokok filsafat moral, Yogyakarta:    Kanisius
-  Magnis Suseno (1997) Tokoh Etika Sejak Jaman Yunani s/d Abad ke 19, Yogyakarta: Kanisius.
-  Berten(2007) Etika, Jakarta: Gramedia

-  Purwa Hadiwardoyo(1990) Moral dan Masalahnya, Yogyakarta: Kanisisus

 Ø ETIKA DAN MORAL

1. PENGERTIAN ETIKA
2. TUJAN BELAJAR ETIKA
3.  SISTIMATIKA ETIKA
4. TUJUAN BELAJAR ETIKA
5. ALIRAN DALAM ETIKA
6. PERBEDAAN ETIKA DAN MORAL
7. PERBEDAAN ETIKA DAN ETIKET
8. PERBEDAAN ETIKA DAN HUKUM
9. PERBEDAAN ETIKA DAN AGAMA
10. PERSOALAN DALAM ETIKA
                    
   1.  PENGERTIAN  ETIKA
Etika sebagai cabang filsafat juga disebut filsafat moral (moral philosophy). Secara etimologis, etika berasal dari kata Yunani : Ethos: watak.Sedangkan moral berasal dari kata Latin: Mos (tunggal), moris (jamak) artinya kebiasaan. Jadi etika atau moral dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai kesusilaan. Obyek material dari etika adalah tingkah laku atau perbuatan manusia. Perbuatan dimaksudkan di sini adalah yang dilakukan secara bebas dan sadar. Obyek formal dari etika adalah kebaikan dan keburukan atau bermoral dan tidak bermoral dari tingkah laku tersebut.

A.    Pengertian Etika
Bertens : Etika berasal  dari bahasa Yunani kuno  ethos dlm bentuk tunggal, artinya adat kebiasaan, adat istiadat, akhlak yang  baik
Dari asal usul kata : Etika berarti ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan
a.      Etika menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
·         Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (Akhlak);
·         Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak;
·         Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat
b.      Etika menurut Bertens
·         Nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Disebut juga sebagai “sistem nilai” dalam hidup manusia perseorangan atau hidup bermasyarakat. Misal: Etika orang Jawa.
·         Kumpulan asas atau nilai moral. Yang dimaksud disini adalah kode etik, misal : Kode Etik Advokat Indonesia, Kode Etik Notaris Indonesia.
·         Ilmu tentang yang baik atau yang buruk. Artinya sama dengan filsafat moral.

 Ø ETIKA DIBEDAKAN MENJADI DUA
      ETIKA PERANGAI
            Adat istiadat atau kebiasaan yang menggambarkan perangai manusia dalam hidup bermasyarakat di daerah-daerah tertentu, pada waktu tertentu pula. berlaku karena disepakati masyarakat berdasarkan hasil penilaian perilaku. Contoh: berbusana adat, pergaulan muda-mudi, perkawinan semenda, upacara adat.
      ETIKA MORAL
            Berkenaan dengan kebiasaan berperilaku baik dan benar berdasarkan kodrat manusia. Apabila dilanggar timbul kejahatan, yaitu perbuatan yang tidak baik dan tidak benar. Kebiasaan ini berasal dari kodrat manusia yang disebut moral.Contoh: berkata dan berbuat jujur, menghargai hak orang lain, menghormati orang tua atau guru, membela kebenaran dan keadilan, menyantuni anak yatim-piatu


 Ø ARTI DAN MAKNA
a.      Arti Etika
b.      Objek Etika
c.       Etika sebagai cabang filsafat
d.      Etika dan Moral
e.      Amoral dan Immoral
f.        Etika dan Etiket
g.      Etika dan Hukum
h.      Etika dan Agama

 Ø ARTI ETIKA
      Etika sebagai ilmu
“Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral.”
      Etika sebagai kode etik
“Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.”
      Etika sebagai sistem nilai
“Nilai mengenai benar-salah yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat.”

 Ø ETIKA SEBAGAI CABANG FILSAFAT
-          Etika merupakan cabang filsafat yang mengenakan refleksi dan metode tugas manusia dalam upaya menggali nilai-nilai moral, atau menerjemahkan pelbagai nilai itu ke dalam norma-norma, lalu menerapkannya pada situasi kehidupan konkret.
-          Sebagai ilmu, etika mencari kebenaran; sebagai filsafat, etika mencari keterangan (dan kebenaran) yang sedalam-dalamnya. Sebagai tugas, etika mencari ukuran tentang baik-buruknya tingkah laku manusia.

 Ø Berdasar Kajian Ilmu
-           Etika Normatif: mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada, untuk dapat norma dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.
-          Etika Fenomenologis: mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab, norma-norma, dsb.

    2.      TUJUAN BELAJAR ETIKA
-          Untuk menyamakan persepsi tentang penilaian perbuatan baik dan perbuatan buruk bagi setiap manusia dalam ruang dan waktu tertentu
-          Sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.
    3.     SISTEMATIKA ETIKA
a.      De Vos (1987)
ETIKA:
      Etika Deskriptif
            1. Sejarah Kesusilaan
            2. Fenomenologi Kesusilaan
      Etika Normatif

b.      K. Bertens (1993):
ETIKA:
      Etika Deskriptif
      Etika Normatif
            1. Etika Umum
            2. Etika Khusus
      Metaetika

c.       Franz Magnis-Suseno (1991)
ETIKA:
      Etika Umum
      Etika Khusus
            - Etika Individividual
            - Etika Sosial:  - Sikap terhadap sesama
                                           - Etika keluarga
                                           - Etika profesi:      -biomedis
                                                                         - bisnis
                                                                         - hukum
                                                                         - ilmu pengetahuan
                                                                         - dll
                                           - Etika politik
                                           - Etika lingkungan hidup
                                           - Kritik ideologi-ideologi
                                                                                                           
 Ø METAETIKA
-          Meta (Yunani) = “melebihi”, “melampaui”,   “setelah”, “di luar”, “tentang”.
(metabahasa = bahasa yang dipakai dalam berbicara tentang bahasa).
-          Istilah metabahasa diciptakan untuk menunjukkan bahwa yang dibahas bukanlah moralitas secara langsung, melainkan ucapan-ucapan di bidang moralitas.
-          Metabahasa bergerak pada taraf lebih tinggi daripada perilaku etis, yaitu pada taraf “bahasa etis” atau bahasa yang digunakan di bidang moral.
-          Persoalan yang menyangkut metaetika adalah persoalan yang rumit. Pertanyaan tentang hakikat keadilan, hakikat ketidakadilan, bahkan hakikat kebaikan dan keburukan, kerap kali pertanyaan seperti ini tidak bisa dijawab secara memuaskan.

 Ø  ETIKA UMUM
-          Etika umum mempertanyakan prinsip-prinsip dasar yang beraku bagi segenap tindakan manusia.
-          Tema-tema yang menjadi penyelidikan etika umum:
            - Apakah norma etis itu? Jika ada banyak norma etis,
              bagaimana hubungannya satu sama lain?
            - Mengapa norma moral mengikat kita? Apakah nilai
               itu dan apakah kekhususan nilai moral?
            - Bagaimana hubungan tanggung jawab manusia dan
               kebebasannya? Dapatkah dipastikan bahwa manusia
               sungguh-sungguh bebas.
            - Apakah yang dimaksud dengan hak dan kewajiban?
               Bagaimana kaitannya satu sama lain?

 Ø  ETIKA KHUSUS
-          Etika khusus membahas prinsip-prinsip moral dasar itu dalam hubungan dengan kewajiban manusia dalam pelbagai lingkup kehidupannya; atau, etika khusus menerapkan prinsip-prinsip dasar pada setiap bidang kehidupan manusia.
-          Karena sifatnya “menerapkan”, etika khusus ini bisa juga dikatakan sebagai “etika terapan”.

  4.     ALIRAN DALAM ETIKA
-          Eudemonisme: (Yunani= eu+daimon= roh atau semangat yang baik). Pandangan aliran ini menekankan bahwa kebaikan tertinggi manusia terletak pada kebahagiaan atau situasi yang secara umum baik.

-          Mereka meyakini hal-hal berikut:
a.      adanya suatu skala nilai-nilai, asas-asas moral atau aturan2 bertindak (code of conduct)
b.      lebih menguntungkan hal2 yg bersifat spiritual atau mental daripada yg bersifat inderawi/ kebendaan
c.       lebih mengutamakan kebebasan moral daripada ketentuan kejiwaan atau alami.
d.      lebih mengutamakan hal yang umum daripada yang khusus.



   5.      BEDA ETIKA DAN MORAL
-          Etika berasal dari bahasa Yunani “ethos,” artinya adat kebiasaan, (jamaknya “ta etha”),. Moral berasal dari bahasa Latin “mos,” artinya adat kebiasaan (jamaknya “mores”). Jadi, keduanya memiliki kesamaan arti. Hanya asal bahasanya yang berbeda.
-          Ada sedikit perbedaan dalam penggunaannya sehari-hari: moral/moralitas digunakan untuk perbuatan yang sedang dinilai; etika digunakan untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang ada.

·         AMORAL DAN IMORAL

      Kamus Umum Bahasa Indonesia
 (Poerwadarminta):
Tidak terdapat kata “amoral” ataupun “immoral”.

      Kamus Besar Bahasa Indonesia:
“Amoral” dijelaskan sebagai “tidak bermoral, tidak berakhlak” (contoh: “Memeras para pensiunan adalah tindakan amoral”); tidak terdapat kata “immoral”.

  6.     BEDA ETIKA DAN ETIKET
-          Etiket menyangkut “cara” suatu perbuatan harus dilakukan. Etika tidak terbatas pada cara dilakukannya suatu perbuatan; etika memberi norma tentang “perbuatan itu sendiri”.
-          Etiket hanya berlaku dalam pergaulan; etika tidak tergantung pada hadir tidaknya orang lain.
-          Etiket bersifat relatif; etika jauh lebih bersifat absolut.
-          Etiket hanya memandang manusia dari segi lahiriah saja; etika menyangkut manusia dari segi dalam.

  7.     BEDA ETIKA DAN AGAMA
      Etika sebagai cabang filsafat bertitik tolak pada akal pikiran, bukan agama. Etika mendasarkan diri hanya pada argumentasi rasional. Agama bertitik tolak dari wahyu Tuhan melalui Kitab Suci.



10. PERSOALAN-PERSOALAN DALAM PRAKTEK ETIKA
  1. Apa yg dimaksud “baik” atau “buruk” secara moral.
  2. Apa syarat2 sesuatu perbuatan dikatakan baik secara moral?
  3. Bagaimana hubungan antara kebebasan kehendak dengan perbuatan susila.
  4. Apa yg dimaksud kesadaran moral?
  5. Bagaimana peranan hati nurani dalam setiap perbuatan manusia?
  6. Bagaimana pertimbangan moral berbeda dari dalam bergantung pada suatu pertimbangan yang bukan moral.

Sumber Oleh : PPT Power Point yang terlah dijelaskan.                                                                                Dosen : Bapak Carolus dan Bapak Dr. Raja Oloan Tumanggor

3 komentar:

  1. Novy, blognya lengkap bgt :D nilainya 85 yaaa :D

    BalasHapus
  2. novy, blog lu lengkap nihhh, tapi ada bagusnya kasih gambar biar orang ga bosan bacanya :D gua kasih nilai 88!

    BalasHapus