Hai Guys... balik lagi ini ma saya novy ini adalah posting terbaru saya setelah absen 2 hari karna fokus ujan hehehe....
yuk di baca...^0^
ETIKA dan MORAL
Pertemuan Ke V
& VI
Ø
REFERENS
- Magnis
Suseno(1987) Etika Dasar, masalah pokok filsafat moral, Yogyakarta: Kanisius
- Magnis
Suseno (1997) Tokoh Etika Sejak Jaman Yunani s/d Abad ke 19, Yogyakarta: Kanisius.
- Berten(2007)
Etika, Jakarta: Gramedia
- Purwa
Hadiwardoyo(1990) Moral dan Masalahnya, Yogyakarta: Kanisisus
Ø
ETIKA DAN MORAL
1. PENGERTIAN ETIKA
2. TUJAN BELAJAR ETIKA
3.
SISTIMATIKA ETIKA
4. TUJUAN BELAJAR ETIKA
5. ALIRAN DALAM ETIKA
6. PERBEDAAN ETIKA DAN MORAL
7. PERBEDAAN ETIKA DAN ETIKET
8. PERBEDAAN ETIKA DAN HUKUM
9. PERBEDAAN ETIKA DAN AGAMA
10. PERSOALAN DALAM ETIKA
1. PENGERTIAN
ETIKA
Etika sebagai cabang filsafat juga disebut filsafat moral (moral
philosophy). Secara etimologis, etika berasal dari kata Yunani : Ethos: watak.Sedangkan moral berasal dari kata
Latin: Mos (tunggal), moris (jamak) artinya kebiasaan. Jadi etika
atau moral dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai kesusilaan. Obyek
material dari etika adalah tingkah laku atau perbuatan manusia. Perbuatan
dimaksudkan di sini adalah yang dilakukan secara bebas dan sadar. Obyek formal
dari etika adalah kebaikan dan keburukan atau bermoral dan tidak bermoral dari
tingkah laku tersebut.
A.
Pengertian Etika
Bertens
:
Etika berasal dari bahasa Yunani kuno ethos dlm bentuk tunggal, artinya adat
kebiasaan, adat istiadat, akhlak yang
baik
Dari asal
usul kata : Etika
berarti ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan
a.
Etika menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
·
Ilmu tentang apa yang baik dan apa
yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (Akhlak);
·
Kumpulan asas atau nilai yang
berkenaan dengan akhlak;
·
Nilai mengenai benar dan salah yang
dianut suatu golongan atau masyarakat
b.
Etika menurut Bertens
·
Nilai-nilai dan norma-norma moral
yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah
lakunya. Disebut juga sebagai “sistem nilai” dalam hidup manusia perseorangan
atau hidup bermasyarakat. Misal: Etika orang Jawa.
·
Kumpulan asas atau nilai moral. Yang
dimaksud disini adalah kode etik, misal : Kode Etik Advokat Indonesia, Kode
Etik Notaris Indonesia.
·
Ilmu tentang yang baik atau yang
buruk. Artinya sama dengan filsafat moral.
Ø ETIKA DIBEDAKAN MENJADI DUA
• ETIKA
PERANGAI
Adat
istiadat atau kebiasaan yang menggambarkan perangai manusia dalam hidup
bermasyarakat di daerah-daerah tertentu, pada waktu tertentu pula. berlaku
karena disepakati masyarakat berdasarkan hasil penilaian perilaku. Contoh:
berbusana adat, pergaulan muda-mudi, perkawinan semenda, upacara adat.
• ETIKA
MORAL
Berkenaan
dengan kebiasaan berperilaku baik dan benar berdasarkan kodrat manusia. Apabila
dilanggar timbul kejahatan, yaitu perbuatan yang tidak baik dan tidak benar.
Kebiasaan ini berasal dari kodrat manusia yang disebut moral.Contoh: berkata
dan berbuat jujur, menghargai hak orang lain, menghormati orang tua atau guru,
membela kebenaran dan keadilan, menyantuni anak yatim-piatu
Ø ARTI DAN MAKNA
a. Arti Etika
b. Objek Etika
c. Etika sebagai cabang filsafat
d. Etika dan Moral
e. Amoral dan Immoral
f.
Etika dan
Etiket
g. Etika dan Hukum
h. Etika dan Agama
Ø ARTI ETIKA
• Etika
sebagai ilmu
“Ilmu tentang
apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral.”
• Etika
sebagai kode etik
“Kumpulan
asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.”
• Etika
sebagai sistem nilai
“Nilai
mengenai benar-salah yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat.”
Ø ETIKA SEBAGAI CABANG FILSAFAT
-
Etika merupakan cabang filsafat yang
mengenakan refleksi dan metode tugas manusia dalam upaya menggali nilai-nilai
moral, atau menerjemahkan pelbagai nilai itu ke dalam norma-norma, lalu
menerapkannya pada situasi kehidupan konkret.
-
Sebagai ilmu, etika mencari
kebenaran; sebagai filsafat, etika mencari keterangan (dan kebenaran) yang
sedalam-dalamnya. Sebagai tugas, etika mencari ukuran tentang baik-buruknya
tingkah laku manusia.
Ø Berdasar Kajian Ilmu
-
Etika Normatif: mempelajari secara kritis dan
metodis norma-norma yang ada, untuk dapat norma dasar yang dapat
dipertanggungjawabkan. Maka sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.
-
Etika
Fenomenologis: mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral
seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab, norma-norma,
dsb.
2. TUJUAN BELAJAR ETIKA
-
Untuk menyamakan persepsi tentang
penilaian perbuatan baik dan perbuatan buruk bagi setiap manusia dalam ruang
dan waktu tertentu
-
Sebagai
ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.
3. SISTEMATIKA
ETIKA
a. De Vos (1987)
ETIKA:
•
Etika
Deskriptif
1. Sejarah Kesusilaan
2. Fenomenologi Kesusilaan
•
Etika
Normatif
b. K. Bertens (1993):
ETIKA:
•
Etika
Deskriptif
•
Etika
Normatif
1. Etika Umum
2. Etika Khusus
•
Metaetika
c. Franz Magnis-Suseno (1991)
ETIKA:
•
Etika Umum
•
Etika
Khusus
- Etika Individividual
- Etika Sosial: - Sikap terhadap sesama
- Etika keluarga
- Etika profesi: -biomedis
- bisnis
- hukum
- ilmu pengetahuan
- dll
- Etika politik
- Etika lingkungan hidup
- Kritik ideologi-ideologi
Ø METAETIKA
-
Meta (Yunani) =
“melebihi”, “melampaui”, “setelah”, “di
luar”, “tentang”.
(metabahasa = bahasa yang dipakai dalam
berbicara tentang bahasa).
-
Istilah metabahasa diciptakan
untuk menunjukkan bahwa yang dibahas bukanlah moralitas secara langsung,
melainkan ucapan-ucapan di bidang moralitas.
-
Metabahasa
bergerak pada taraf lebih tinggi daripada perilaku etis, yaitu pada taraf
“bahasa etis” atau bahasa yang digunakan di bidang moral.
-
Persoalan yang menyangkut metaetika
adalah persoalan yang rumit. Pertanyaan tentang hakikat keadilan, hakikat
ketidakadilan, bahkan hakikat kebaikan dan keburukan, kerap kali pertanyaan
seperti ini tidak bisa dijawab secara memuaskan.
Ø ETIKA UMUM
-
Etika umum mempertanyakan
prinsip-prinsip dasar yang beraku bagi segenap tindakan manusia.
-
Tema-tema yang menjadi penyelidikan
etika umum:
-
Apakah norma etis itu? Jika ada banyak norma etis,
bagaimana hubungannya satu sama lain?
-
Mengapa norma moral mengikat kita? Apakah nilai
itu dan apakah kekhususan nilai moral?
-
Bagaimana hubungan tanggung jawab manusia dan
kebebasannya? Dapatkah dipastikan bahwa
manusia
sungguh-sungguh bebas.
-
Apakah yang dimaksud dengan hak dan kewajiban?
Bagaimana kaitannya satu sama lain?
Ø ETIKA KHUSUS
-
Etika khusus membahas prinsip-prinsip
moral dasar itu dalam hubungan dengan kewajiban manusia dalam pelbagai lingkup
kehidupannya; atau, etika khusus menerapkan prinsip-prinsip dasar pada setiap
bidang kehidupan manusia.
-
Karena sifatnya “menerapkan”, etika
khusus ini bisa juga dikatakan sebagai “etika terapan”.
4.
ALIRAN
DALAM ETIKA
-
Eudemonisme: (Yunani= eu+daimon= roh
atau semangat yang baik). Pandangan aliran ini
menekankan bahwa kebaikan tertinggi manusia terletak pada kebahagiaan atau
situasi yang secara umum baik.
-
Mereka meyakini hal-hal berikut:
a. adanya
suatu skala nilai-nilai, asas-asas moral atau aturan2 bertindak (code of
conduct)
b. lebih
menguntungkan hal2 yg bersifat spiritual atau mental daripada yg bersifat
inderawi/ kebendaan
c. lebih
mengutamakan kebebasan moral daripada ketentuan kejiwaan atau alami.
d. lebih
mengutamakan hal yang
umum daripada yang khusus.
5.
BEDA ETIKA DAN MORAL
-
Etika berasal dari bahasa Yunani
“ethos,” artinya adat kebiasaan, (jamaknya “ta etha”),. Moral berasal dari
bahasa Latin “mos,” artinya adat kebiasaan (jamaknya “mores”). Jadi, keduanya
memiliki kesamaan arti. Hanya asal bahasanya yang berbeda.
-
Ada sedikit perbedaan dalam
penggunaannya sehari-hari: moral/moralitas digunakan untuk perbuatan yang
sedang dinilai; etika digunakan untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang ada.
·
AMORAL DAN IMORAL
•
Kamus Umum Bahasa Indonesia
(Poerwadarminta):
Tidak terdapat kata “amoral” ataupun
“immoral”.
•
Kamus Besar Bahasa Indonesia:
“Amoral” dijelaskan sebagai “tidak bermoral, tidak berakhlak” (contoh:
“Memeras para pensiunan adalah tindakan amoral”); tidak terdapat kata
“immoral”.
6.
BEDA
ETIKA DAN ETIKET
-
Etiket menyangkut “cara” suatu
perbuatan harus dilakukan. Etika tidak terbatas pada cara dilakukannya suatu
perbuatan; etika memberi norma tentang “perbuatan itu sendiri”.
-
Etiket hanya berlaku dalam pergaulan;
etika tidak tergantung pada hadir tidaknya orang lain.
-
Etiket bersifat relatif; etika jauh
lebih bersifat absolut.
-
Etiket hanya memandang manusia dari
segi lahiriah saja; etika menyangkut manusia dari segi dalam.
7.
BEDA
ETIKA DAN AGAMA
Etika sebagai cabang filsafat bertitik
tolak pada akal pikiran, bukan agama. Etika mendasarkan diri hanya pada
argumentasi rasional. Agama bertitik tolak dari wahyu Tuhan melalui Kitab Suci.
10. PERSOALAN-PERSOALAN DALAM PRAKTEK ETIKA
- Apa yg dimaksud “baik” atau “buruk” secara moral.
- Apa syarat2 sesuatu perbuatan dikatakan baik secara moral?
- Bagaimana hubungan antara kebebasan kehendak dengan perbuatan
susila.
- Apa yg dimaksud kesadaran moral?
- Bagaimana peranan hati nurani dalam setiap perbuatan manusia?
- Bagaimana pertimbangan moral berbeda dari dalam bergantung pada
suatu pertimbangan yang bukan moral.
Sumber Oleh
: PPT Power Point yang terlah dijelaskan. Dosen
: Bapak Carolus dan Bapak Dr. Raja Oloan Tumanggor






Novy, blognya lengkap bgt :D nilainya 85 yaaa :D
BalasHapusnovy, blog lu lengkap nihhh, tapi ada bagusnya kasih gambar biar orang ga bosan bacanya :D gua kasih nilai 88!
BalasHapusThanks guys 😊
BalasHapus