Hai teman-teman balik lagi ini ma aku novy diblog aku kali ini aku akan menjelaskan tentang apa sih itu SILOGISME dan KESESATAN PEMIKIRAN (FALLACIA) ngak usah lama yuk di baca...!!! ^0^
SILOGISME
Apa Itu Silogisme ?
• Silogisme adalah suatu simpulan dimana dari dua putusan (premis2) disimpulkan suatu
putusan yg baru.
• Prinsip: bila premis benar, maka
simpulannya benar.
• Dua macam silogisme: silogisme
kategoris dan silogisme hipotetis.
Silogisme kategoris pertama
• Arti: silogisme yang premis dan
simpulannya adalah putusan kategoris (pernyataan tanpa syarat).
Contoh yang pertama :
M – P Perbuatan jahat itu haram.
S – M Menghina itu adalah perbuatan jahat.
S – P Maka, menghina itu haram.
Contoh
yang kedua :
M – P Setiap
manusia dapat mati
S –M Budi
adalah manusia
S –P maka,
Budi dapat mati
Ø
Bila
penalaran baik, silogisme memperlihatkan alasan dan dasarnya.
Ø
Cara
untuk menentukan premis – premis adalah
a)
Tentukan
lebih dulu simpulan. Ciri2nya lwt kata-kata: karena itu, maka dari situ,
dll.
b)
Bila
kesimpulan sdh dirumuskan, tentukan alasannya. Alasan ini menunjuk pada M (Term
Menengah).
c)
Bila
S dan P sudah diketahui
dalam simpulan, susunlah silogisme yang terdiri dari 3 bagian
Simpulan:
(S-P), Premis minor (yg
mengandung S dan M), dan premis mayor
(titik tolak penalaran, dimana ada P dan M).
SILOGISME KATEGORI
KEDUA
• Silogisme kategoris tunggal:
mempunyai dua premis, terdiri atas 3 term S, P, M.
• Bentuk-bentuk silogisme kategoris
tunggal:
1.
M
adalah S dalam premis mayor dan P dalam permis minor.
Aturan: premis minor harus sebagai penegasan, sedang premis mayor
bersifat umum.
Misalnya :
Contoh yang
pertama :
M – P Setiap manusia dapat mati (mayor)
S – M Aristoteles adalah manusia (minor)
S – P Jadi, Aristoteles dapat mati (simpulan)
Contoh
yang kedua :
M
–P Anjing adalah makhluk hidup (mayor)
S
– M Manusia bukan anjing (minor)
S
– P jadi, manusia bukan makhluk hidup (simpulan)
2.
M
jadi P dalam premis mayor dan minor.
Aturan: salah satu premis harus
negatif. Premis mayor bersifat umum.
Misalnya :
Contoh yang
pertama :
P – M Lingkaran adalah bentuk bundar
(mayor).
S – M Segitiga bukan bentuk bundar
(minor)
S – P Segitiga bukan lingkaran
(simpulan)
Contoh yang
kedua :
P – M Kubus
adalah bentuk kontak (mayor)
S – M Segitiga
bukan kotak (minor)
S – P Segitiga bukan
Kotak (simpulan)
3.
M
menjadi S dalam premis mayor dan minor.
Aturan: premis minor harus berupa penegasan dan simpulannya bersifat partikular.
Misalnya :
Contoh
yang pertama :
M - P Mahasiswa itu orang dengan tugas belajar (Mayor)
M - S Ada mahasiswa yang orang bodoh (minor)
S - P Jadi, sebagian orang bodoh itu orang dengan tugas belajar (Simpulan)
Contoh yang
kedua :
M
– P Semua mahasiswa adalah manusia (mayor)
M
– S Ada mahasiswa pandai (minor)
S
– P Jadi, beberapa mahasiswa pandai (simpulan)
Silogisme
kategoris majemuk
• Arti: bentuk silogisme yg premis2nya
sangat lengkap, lebih dr tiga premis. Jenis2nya:
Ø
Epicherema: Silogisme yang salah satu atau kedua premisnya disertai alasan.
Misalnya :
Contoh yang pertama :
Semua arloji bermutu adalah arloji
mahal, karena sukar pembuatannya.
Arloji Mido itu adalah arloji baik, karena selalu tepat dan awet.
Jadi, arloji Mido adalah arloji mahal.
Contoh yang kedua :
Semua tas import memiliki harga
yang mahal, karena memiliki kwualitas bagus.
Tas
Bonia adalah tas mahal, karena memiliki kwualitas yang bagus
Jadi,
tas Bonia mahal.
Ø
Enthymema: Silogisme yang dalam penalarannya tidak mengemukakan semua premis secara eksplisit. Salah satu premis atau simpulannya dilampaui, disebut juga silogisme yang disingkat.
Misalnya :
Contoh :
(Versi
Singkat) Jiwa manusia
adalah rohani. Jadi, tidak akan mati.
(Versi lengkap) Yang rohani itu tidak akan dapat mati.
Jiwa manusia adalah rohani.
Maka, jiwa manusia tidak akan dapat mati.
Ø
Polisilogisme: Deretan silogisme dimana simpulan silogisme yang satu menjadi premis untuk silogisme yang lainnya.
Contoh :
Seseorg yang menginginkan lebih dr yang dimiliki, merasa tadik puas. Seorg anyg rakus adalah seseorg yang menginginkan lebih dari yang dimiliki. Jadi, seorg yang rakus merasa tadik puas.
Seorang yang kikir merasa tidak puas. Budi adalah seorang yang kikir. Jadi, Budi merasa tidak puas.
Ø
Sorites: Silogisme yang premisnya lebih dari dua. Putusan-putusan itu dihubungkan satu sama lain sedemikian, sehingga predikat dari putusan yang satu jadi subjek putusan berikutnya.
Contoh :
Orang yang tidak mengendalikan keinginannya, menginginkan
seribu satu barang.
Orang yang menginginkan seribu satu barang, banyak
sekali kebutuhannya. Orang yang
banyak sekali kebutuhannya, tidak
tenteram hatinya. Jadi orang yang tidak mengendalikan keinginannya, tidak tenteram hatinnya.
Hukum
silogisme kategoris (ttg isi dan luas S dan P)
• Silogisme tidak boleh mengandung lebih dari tiga term (S,
M, P). Kurang dari tiga berarti tidak ada silogisme. Lebih dari tiga term artinya tidak ada perbandingan. Ketiga term tetap sama artinya. Dlm silogisme S dan
P disatukan oleh perbandingan masing-masing dengan M.
• M tidak boleh masuk dalam kesimpulan, karena M berfungsi mengadakan perbandingan dengan term-term.
• Term S dan P dalam simpulan tidak boleh lebih luas dari premis-premisnya. Jika S dan P dlm premis
partikular, maka dalam simpulan tidak boleh universal. Bila dilanggar akan terjadi latius hos (menarik simpulan yg terlalu
luas). Misalnya Semua lingkaran bulat. Nah, semua lingkaran itu gambar. Maka, Semua
gambar itu bulat. (Simpulan salah, mengapa? Bgm yg
benar?)
KESESATAN PEMIKIRAN (FALLACIA)
Defenisi
v
Fallacia=kesalahan
pemikiran dalam logika, bukan kesalahan fakta,
tapi kesalahan atas kesimpulan karena penalaran yang tidak sehat.
v
Kesalahan
fakta: Presiden AS Barack Obama lahir di Indonesia. Ahmad lahir dengan bintang gemini, maka hidupnya penuh dengan persoalan.
v
Kesalahan
penalaran:
v
Klasifikasi:
kesesatan formal dan kesesatan informal.
v
Kesesatan
formal: pelanggaran terdahap kaidah logika, mis. Semua penodong
berwajah seram. Semua pengamen berwajah seram. Jadi semua pengamen adalah
penodong. Apa yang
dilanggar?
v
Kesesatan
informal: menyangkut kesesatan dlm bahasa. Mis. kesesatan diksi. Contoh sbb:
v
Penempatan
kata depan yg keliru: Antara hewan dan manusia memiliki perbedaan.
v
Mengacau
posisi subjek atau predikat: Karena tidak mengerjakan PR, guru menghukum
anak itu.
Ungkapan yg keliru: Pencuri kawakan itu berhasil diringkus polisi
minggu yang lalu.
v
Amfiboli:
sesat krn struktur kalimat bercabang. Mis. Anto Anak Bu Lasma yang hilang
ingatan lari dari rumah.
v
Kesesatan
aksen/prosodi: sesat krn penekanan yg salah dlm pembicaraan. Mis. Ada aturan
‘Anda tdk boleh ganggu anak tetangga’. Nah Pak Budi bukan tetangga anda. Maka
anda boleh mengganggu anaknya.
v
Kesesatan
bentuk pembicaraan:sesat krn org menyimpulkan kesamaan konstruksi juga berlaku
bagi yang lain.
Mis. Berpakaian artinya memakai
pakaian. Bersepeda artinya memakai sepeda. Maka, beristeri artinya memakai
ister
v
Kesesatan
aksiden: yg aksidental dikacaukan dg hal yang hakiki. Mis. Sawo matang
adalah warna. Orang Indonesia itu sawo matang. Maka, Org Indonesia itu adalah
warna.
v
Kesesatan
krn alasan yg salah: Konklusi ditarik dari premis yang tak
relevan.
Kesesatan
presumsi
• Generalisasi tergesa-gesa: Orang
Padang pandai memasak.
• Non sequitur (belum tentu): Memang
saya tidak lulus karena beberapa hari yang lalu saya berdebat dg dosen tsb.
• Analogi palsu: Membuat
isteri bahagia seperti membuat hewan piaraan bahagia dengan membelai kepalanya dan memberi banyak makan.
• Penalaran melingkar (petitio
principii): Manusia merdeka krn ia bertanggungjawab dan ia bertanggungjawab
krn ia merdeka.
• Deduksi cacat: Barangsiapa sering
memberi sumbangan, maka dia pasti org baik. Andi pasti orang baik.
• Pikiran simplistis: Karena ia
tidak beragama, maka ia pasti tidak bermoral.
Menghindari
persoalan
• Argumentum ad hominem: Jangan
percaya omongannya krn ia bekas narapidana.
• Argumentum ad populum: Anda lihat
banyak ketidakadilan dan korupsi, maka Partai Nasdem adalah partai masa depan
kita.
• Argumentum ad misericordiam: Seorg
terdakwa meminta keringanan hukuman krn mengaku punya banyak tanggungan.
• Argumentum ad baculum: Karena
beda pendapat, suka meneror org lain.
• Argumentum ad auctoritatem: Mengutip
pendapat Freud mengenai psikoanalisa.
• Argumentum ad ignorantiam: Bila
tidak bisa dibuktikan bahwa Tuhan itu ada, maka Tuhan tidak ada.
• Argumen utk keuntungan seseorang: Seorang
pengusaha berjanji mau membiayai kuliah, bila mahasiswi mau dijadikan isteri.
• Non causa pro causa: Orang sakit perut setelah menghapus sms
berantai, maka dia menganggap itu sebagai penyebabnya.
Kesesatan
retoris
• Eufemisme/disfemisme: Pembangkang
yg dianggap benar disebut reformator. Bila tdk disenangai maka disebut anggota
pemberontak.
• Penjelasan retorik: Dia tidak
lulus krn tidak teliti mengerjakan soal.
• Stereotipe: Orang Jawa penyabar.
Orang Batak suka menyanyi.
• Innuendo: Sy tdk mengatakan
makanan tdk enak, tapi mau mengatakan lukisan itu bagus.
• Loading question: Apakah Anda
masih tetap merokok?
• Weaseler: Tiga dari empat dokter menyarankan
bahwa minum itu memperlancar pencernaan.
• Downplay: Jangan anggap serius
omongannya krn dia hanya buruh bangunan.
• Lelucon/sindiran:
• Hiperbola: membesarbesarkan.
• Pengandaian bukti:studi menunjukkan.
• Dilema semu: Tamu yg menolak kopi,
langsung disuguhi sirup.
Sumber Oleh : Microsoft power point dari PPTX.
1. Dosen Bapak Carolus
2. Dosen Bapak Dr. Raja Oloan Tumanggor
Sekian dulu ya teman-teman semoga berkesan dihati kalian ^-^
Thank you so much for visit my blog. GBU....






jelas dan lengkap, 89 ya
BalasHapuswah blognya keren
BalasHapusmateri lengkap
89 deh bwt kamu :D
visit: vediivediii.blogspot.com
Novyyy blognya bagus banget, nilainya 89 yaa. Pertahankann!!
BalasHapusblognya keren nihh 88 yaaa:))
BalasHapusNovy,blognya keren banget Trus mudah di mengerti. Gw kasih nilai 90 y
BalasHapusnovy blog nya bagus bgt 90 ya:)
BalasHapusThank you teman2 :)
BalasHapus