Halooooooo... kembali lagi bersama Saya.. hahahah
Saya akan memberikan teman-teman sedikit pengetahuan (sedikit? coba dibaca dulu.. sedikit bukan? haha) tentang filsafat, sebagai lanjutan dari postingan sebelumnya. Okay, kali ini yang akan di bahas adalah tentang Pencabangan Ilmu Filsafat & Metafis Happy reading Guys..
PEMBAGIAN FILSAFAT
•
Tahap awal: Filsafat mencakup seluruh ilmu
pengetahuan, lalu makin rasional dan sistematis.
•
Pengetahuan manusia: makin luas dan bertambah
banyak, tapi makin khusus.
•
Disiplin ilmu memisahkan diri dari
filsafat.
•
Namun masalah pokok filsafat makin banyak,
maka perlu dibagi sesuai kelompok permasalahan, yang disebut cabang filsafat.
TOKOH-TOKOH
YANG BERJASA MEMBUAT PEMBAGIAN FILSAFAT
•
Aristoteles: Fils. Spektulatif/Teoretis, praktika, produktif. Analitika dan
Dialektika masuk dalam metode dasar bagi pengembangan filsafat.
•
Christian Wolff (1679-1754): Logika, Ontologi, Kosmologi, Psikologi, Teologi Naturalis,
Etika.
•
Will Durant (The Story of Philosophy, 1926): Logika, Estetika, Etika,
Politika, Metafisika.
•
Eerste Nederlandse Systematich
Ingerichte Encyclopaedie-ENSIE: Metafisika, Logika,
Epistemologi, Filsafat Ilmu, Fils. Naturalis, Fils. Kultural, Fils. Sejarah,
Estetika, Etika, Fils. Manusia.
•
The World University Encyclopedia: Sejarah filsafat, Metafisika, Epistemologi, Logika, Etika, Estetika.
PEMBAGIAN FILSAFAT SECARA UMUM
- Epistemologi: Filsafat ilmu pengetahuan
- Metafisika: Ontologi, Kosmologi, Teologi metafisik, Antropologi
- Logika: Ilmu berpikir kritis
- Etika: Filsafat tingkah laku
- Estetika: Filsafat keindahan
- Aksiologi: Filsafat Nilai
- Filsafat Khusus berbagai disiplin ilmu: Fils. Pendidikan, Fils. Agama, Fils. Hukum, Fils. Ekonomi, dll
Baiklaah, s'karang kita bakalan ngebahas satu persatu tentang pembagian filsafat!!!
1. Epistemologi
Etimologis: episteme (pengetahuan), logos
(kata, pikiran, percakapan, ilmu)
•
Epistemologi: kata, pikiran, percakapan ttg pengetahuan
atau ilmu pengetahuan.
•
Pokok
persoalan: sumber,
asal mula, sifat dasar, batas, jangkauan, validitas.
•
Pertanyaan: Apa sumber pengetahuan, apakah ia
berasal dari pengamatan, pengalaman, atau akal budi? Apakah ia suatu yang pasti
atau dugaan?
JENIS PENGETAHUAN
•
Pengetahuan
memiliki subjek, yakni yang mengetahui, dan objek yaitu sesuatu
yang ikhwalnya kita ketahui.
•
Pengetahuan
bertautan erat dengan kebenaran, krn demi kebenaran pengetahuan eksis.
Memang sulit mencapai seluruh kebenaran.
TIGA JENIS PENGETAHUAN
•
Pengetahuan
biasa: pra-ilmiah, krn hasil
pencerapan indrawi dan hasil pemikiran rasional yang masih harus diuji lebih
lanjut kebenarannya.
•
Pengetahuan
ilmiah: diperoleh lewat metode
ilmiah dan dpt dijamin kepastian kebenarannya.
•
Pengetahuan
filsafati: pemikiran resional yang
didasarkan pada pemahaman dan pemikiran logis, analitis dan sistematis.
SUMBER – SUMBER PENGETAHUAN
•
Plato,
Descartes, Spinoza, Leibniz:
akal budi atau rasio.
•
Bacon,
Hobbes, Locke:
pengalaman inderawi. Seluruh ide, konsep manusia berasal dari pengalaman, dan
bersifat aposteriori.
•
John
Locke: ide manusia berasal dari sensasi, refleksi terhadap ide sensatif itu.
•
Immanuel
Kant: Walau ide dan
konsep apriori, ia bisa diaplikasikan bila ada pengalaman. Dkl: akal budi
manusia bisa berfungsi bila dihubungkan dengan pengalaman.
Adakah pengetahuan yang benar dan pasti?
•
David
Hume (1711-1776): seorang dasar pengetahuan empiris. Tidak ada generalisasi
pengalaman yang dapat dibenarkan scr rasional. Generalisasi induktif bukan
suatu proses berpikir, tapi sekedar berharap.
•
Thomas
Reid (1710-1796):
Menyanggah presuposisi sentral Hume yang mengatakan bahwa kepercayaan kita yang
sangat mendasar harus dibenarkan oleh argumen rasional falsafati. Bukti
rasional falsafati yang dikehendaki Hume sesungguhnya tidak pantas dan tidak
tepat, karena argumen rasional falsafati akan terus menerus
memerlukan argumen rasional falsafati tak terbatas.
•
Albert
Camus (1913-1960):
Manusia berusaha menakar makna dari sesuatu yang pada hakekatnya tak bermakna.
Baginya, tidak ada makna, tidak ada pengetahuan yang benar secara objektif.
KESASIHAN PENGETAHUAN
•
Beberapa teori kesahihan pengetahuan:
- Teori kesahihan koherensi: proposisi diakui sahih bila ia memiliki hubungan dengan gagasan proposisi sebelumnya yang sahih.
- Teori kesahihan korespondensi: pengetahuan sahih, bila proposisi bersesuaian dengan realitas, punya kaitan erat dengan kepastian inderawi.
- Teori kesahihan pragmatis: pengetahuan sahih bila proposisi punya kegunaan bagi yang memiliki pengetahuan.
- Teori kesahihan logikal: memiliki term berbeda, tapi berisi informasi sama dan tak perlu dibuktikan lagi, mis. Siklus adalah lingkaran, lingkaran itu bulat. => Lingkaran bulat tak perlu dibuktikan kebenarannya.
2. Metafisika
Etimologis: meta ta physika = sesudah fisika. Istilah Andronikos dari
Rhodes untuk 14 buku Aristoteles yang ditempatkan sesudah fisika (8
buku). Aristoteles sendiri menyebut filsafat pertama (metafisika) dan filsafat
kedua (fisika).
• Beragam arti metafisika:
- Upaya mengkarakterisasi realitas sebagai keseluruhan
- Usaha menyelidiki apakah hakikat yang berada di balik realitas
- (umum) pembahasan falsafati yg komprehensif mengenai seluruh realitas atau segala sesuatu yang ada.
Pembagian metafisika
- Metafisika umum (ontologi) dan metafisika khusus yg meliputi: kosmologi, teologi metafisik, fils.Antropologi.
Membahas segala sesuatu yg ada
secara menyeluruh dengan cara memisahkan eksistensi dari
penampilann eksistensi itu.
•
Pertanyaan utama: apakah realitas yang
tampak beraneka ragam itu pada hakekatnya satu atau tidak?
•
Tiga teori ontologis:
Idealisme: ada
sesungguhnya berada di dunia ide, yang tampak nyata dalam alam indrawi
hanyalah bayangan dari yang sesungguhnya. Tokohnya Berkeley
(1685-1753): satu-satunya realitas sesungguhnya ialah aku subjektif spiritual. I.
Kant (1724-1804): objek pengalaman ialah yang ada dalam ruang dan waktu,
penampilan dari yang tak punya eksistensi dan independen di luar pemikiran kita. Hegel
(1770-1831): segala sesuatu yang ada adalah satu bentuk dr satu pikiran.
- Metafisika Khusus (Teologi Metafisik)
•
Kosmologi: (kosmos=dunia/ketertiban, logos=kata, ilmu) percakapan tentang alam/ketertiban paling fundamental dari seluruh realitas.
Memandang alam sebagai totalitas dari
fenomena. Yang disoroti: ruang dan waktu, perubahan, kebutuhan, keabadian dengan
metode rasional.
•
Teologi metafisik: dikenal dengan theodicea yang membahas kepercayaan pada
Allah di tengah realitas
kejahatan yang merajalela di dunia.
Membahas eksistensi Allah lepas dari kepercayaan agama. Beberapa tokoh
Anselmus, Descartes, Thomas
Aquinas, I.Kant membuktikan Allah ada dengan
bukti rasional sbb:
- Argumen ontologis:
semua manusia punya ide tentang Allah. Realitas lebih sempurna dari
ide. Tuhan pasti
ada dan realitas adanya pasti lebih sempurna dari ide manusia tentang Tuhan.
•
- Argumen kosmologis: setiap akibat pasti
punya sebab. Dunia (kosmos) adalah akibat. Penyebab adanya dunia ialah Tuhan.
•
- Argumen teleologis: Segala sesuatu ada
tujuannya. Seluruh realitas tidak terjadi dengan sendirinya.
Pengatur tujuan
adalah Tuhan.
•
- Argumen moral:Manusia bermoral karena dapat
membedakan yang baik dan buruk. Dasar dan sumber
moralitas adalah Allah.
Metafisika khusus (Teologi
metafisik) Menurut beberapa ahli.
•
L. Feuerbach: religi tercipta oleh hakikat
manusia sendiri. Allah adalah gambaran keinginan manusia. Allah tak lain dari
apa yang diinginkan manusia.
•
F. Nietzche: Konsep Allah dalam agama
kristen adalah buruk, karena Allah dianggap sebagai Allah yang lemah. Ia berkesimpulan
Allah itu sudah mati.
•
Sigmund Freund: tiga fungsi Allah yang
utama, yaitu :
a) penguasa alam,
b) agama mendamaikan manusia dengan nasibnya yang
mengerikan,
c) Allah menjaga agar ketentuan/peraturan budaya dilaksanakan.
3. Aksiologi
¡ Aksiologi berasal dari
kata dalam bahsa Yunani, yaitu axios dan logos.
¡
Aksio berarti nilai
dan Logos artinya Ilmu.
Jadi aksiologi
adalah ilmu nilai atau nilai berkaitan dengan kegunaan.
¡
Aksiologi merupakan cabang Filsafat yang mempertanyakan bagaimana
manusia
menggunakan ilmunya.
- Surisumantri menyatakan bahwa aksiologi merupakan teori nilai yang berkaitan dengan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh.
- Aksiologi adalah kajian tentang kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia, kajian tentang nilai-nilai, khususnya etika.
- Aksiologi adalah bagian dari filsafat yang menaruh perhatian tentang baik dan buruk, benar dan salah, serta tentang cara dan tujuan dari perbuatan manusia.
- Aksiologi merumuskan suatu teori yang konsisten mengenai perilaku etis.
PEMBAGIAN AKSIOLOGI
1) Etika (Filsafat Etika)
- Etika mengkaji tentang prinsip-prinsip dan konsep-konsep yang mendasari penilaian terhadap perilaku manusia. Contohnya tindakan yang membedakan benar salah menurut moral, putusan moral bertindak sewenang-wenang atau bertindak sekehendak hati.
- Etika digunakan untuk membedakan hal-hal, perbuatan-perbuatan, atau manusia-manusia lainnya.
- Etika sebagai filsafat yang memuat pendapat, norma, dan istilah moral.
- Etika sebagai aturan sopan santun dalam pergaulan.
2)
Estetika (Filsafat keindahan).
- Estetika mengkaji tentang prinsip-prinsip yang mendasari penilaian atas berbagai bentuk seni, yang mengkaji apa tujuan seni, apa peranan rasa dalam pertimbangan estetika, bagaimana kita bisa menganal karya besar seni.
- Estetika berkenaan dengan nilai tentang pengalaman keindahan yang dimiliki manusia terhadap lingkungan dan fenomena di sekelilingnya.
(SUMBER OLEH: DR. RAJA OLOAN TUMANGGOR)
Bagaimana? bagaimana teman-teman?
Menurut Saya Filsafat tidak hanya
mempelajari tentang beberapa ilmu tetapi banyak
ilmu yang berhubungan dengan filsafat. Filsafat
sendiri berbicara tentang mitos dan
kebenaran yang menjadikan manusia
berpikir logis dalam kehidupannya. Filsafat tidak hanya
sekedar ilmu yang membuat orang yang
mempelajarinya menjadi bingung (hohoho) semakin
kita berusaha untuk mengerti apa itu
filsafat dan pembagiannya, semakin banyak
pengetahuan yang kita temukan. Jadi filsafat
itu menarik bukan?
So Guys, menurut kalian filsafat itu bagaimana menarik
juga apa ‘ga?
Jangan pernah bosen-bosen ya untuk
mempelajari Ilmu Filsafat.
Sampai ketemu di postingan selanjutnyaa.
Sampai ketemu di postingan selanjutnyaa.






Bgs novy
BalasHapusAku ksh 80 yah
iya semoga ga bosen belajar filsafat haha
BalasHapus85
waaah bagus aku kasih kamu nilai 85 yaaa nov:)
BalasHapusBagus nov aku kasih nilai 84 deh :)
BalasHapusBagus novy, lebih semangat lagi buat posting ya, aku kasih nilai 80 :)
BalasHapuslengkap isinya, 85 ya nilainya
BalasHapus