Minggu, 21 September 2014

berpikir Kritis, Subjektivisme dan Objektivisme, Logika

CRITICAL  THINKING

BERPIKIR KRITIS :
Merasionalisasi kehidupan manusia dan secara hati2 mengamati/ memeriksa proses berpikir sebagai dasar untuk mengklarifikasi dan memperbaiki pemahaman kita tentang sesuatu (Chaffee,1990)
Pemeriksaan/ pengamatan atas sesuatu asumsi tentang bukti terbaru dan mengintepretasikan dan mengevaluasi argumen dalam rangka menegakkan kesimpulan atas suatu perspektif baru  (Strader,1992)

KARAKTERISTIK BERPIKIR KRITIS

            1.Rasional, Reasonable, Reflektif
  v  Berdasarkan alasan2 dan bukti2; bukan atas dasar keinginan pribadi
  v  Pemikir kritis tidak “melompat pada kesimpulan”; buruh waktu u/ koleksi data,timbang           fakta, dan pikirkan permasalahan.
      2. Melibatkan Skepticism yang sehat dan konstruktif
 v  Tidak menerima atau menolak ide2, kecuali karena mengerti hal tersebut
 v  Menaati peraturan setelah berpikir panjang  dg mencari pemahaman, merasionalisasikannya, mengikuti yang masuk akal, dan bekerja untuk memperbaiki yang tidak masuk akal.
3. Otonomi
         v  Tidak mudah dimanipulasi
         v  Berpikir dengan pikiran sendiri, dibandingkan diarahkan oleh anggota grupnya
     4. Kreatif  
v  Menciptakan ide2 orisinal dengan cara menghubungkan pemikiran2 dan konsep
     5.Adil  
v  Tidak bias atau berpihak
    6.Dapat Dipercaya Dan Dilakukan
v  Memutuskan tindakan yang akan dilakukan;
v  Membuat observasi yang dapat dipercaya;
v  Menegakkan kesimpulan secara tepat;
v  Mengatasi masalah dan mengevaluasi kebijakan, tuntutan dan tindakan.

Pemikir Kritis di Psikologi akan mempraktekkan ketrampilan kognitif dalam:
Ø  Analisa
Ø  Aplikasi standar
Ø  Diskriminasi
Ø  Pencarian informasi
Ø  Pembuatan alasan logis
Ø  Prediksi
Ø  Transformasi pengetahuan

5 Model berpikir kritis
a.       Total Recall
b.      Habits
c.       Inquiry
d.      New ideas and Creativit
e.      Knowing how you think

Konfirmasi , Inferensi, dan Konstruksi Teori
  1. ü     Konfirmasi

Etimologi: Confirmation (Inggris)= penegasan, memperkuat.
Berhubungan dg filsafat ilmu, maka fungsi ilmu pengetahuan adalah menjelaskan, menegaskan, memperkuat apa yang didapat dari kenyataan/fakta. Sifatnya lebih interpretatif dan memberi makna ttg sesuatu.

Ada 2 aspek konfirmasi: kuantitatif dan kualitatif
a.       Kuantitatif
Untuk memastikan kebenaran, ilmu pengetahuan mengemukakan konfirmasi aspek kuantitatif.
Misalnya membuat penelitian dengan mengumpulkan sebanyak mungkin sampel, yg akhirnya membuat suatu kesimpulan yg bersifat umum (generalisasi).
b.      Kualitatif
Untuk memastikan kebenaran, ilmu pengetahuan mengemukakan konfirmasi aspek kuantitatif.
Misalnya membuat penelitian dengan mengumpulkan sebanyak mungkin sampel, yg akhirnya membuat suatu kesimpulan yg bersifat umum (generalisasi).

ü  Dan hal penting yang harus diketahui
Konfirmasi berupaya mencari hubungan yg normatif antara hipotesis (kesimpulan sementara) yg sudah diambil dengan fakta-fakta (evidensi).
Mis. hipotesis: besi bila dipanaskan akan memuai. Apakah hal ini sesuai dg fakta?
Bila sesuai, maka hipotesis meneguhkan (konfirmasi) ilmu pengetahuan tentang besi.

v  3 jenis konfirmasi
(1)    decision theory: kepastian berdasarkan keputusan ‘apakah hubungan antara hipotesis dengan fakta punya manfaat aktual’?
(2)    estimation theory: menetapkan kepastian dg memberi peluang benar-salah melalui  konsep probabilitas. Mis. statistik.
(3)    reliability theory: menetapkan kepastian dg mencermati stabilitas fakta/evidensi yg berubah2 terhadap hipotesis.

ü  Inferensi
a.       Kata inferensi artinya penyimpulan.
b.      Penyimpulan diartikan sebagai proses membuat kesimpulan (conclusion).
c.       Dengan demikian, inferensi dapat didefinisikan sebagai suatu proses penarikan konklusi dari satu atau lebih proposisi (keputusan)

Inferensi (penyimpulan): bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki bergerak ke pengetahuan baru.
Penyimpulan: bisa berupa “mengakui” atau “memungkiri” suatu kesatuan antara dua pernyataan.

v  Jenis Inferensi
Ø  Di dalam logika, proses penarikan konklusi dapat dilakukan melalui dua cara.
Ø  Yakni, cara deduktif dan induktif. Mengingat dua cara tersebut kemudian dikenal istilah inferensi deduktif dan inferensi induktif.
Ø  Inferensi deduktif terbagi ke dalam dua jenis. Yakni, Inferensi Langsung dan Inferensi Tidak Langsung. Inferensi Tidak Langsung disebut juga sebagai Inferensi Silogistik.


Inferensi Langsung

  1.   Inferensi Langsung ialah penarikan kesimpulan (konklusi) hanya dari sebuah premis (pernyataan).

  Premis yaitu data, bukti, atau dasar pemikiran yang menjamin terbentuknya kesimpulan.
  Dengan demikian, kesimpulan adalah pernyataan yang dihasilkan sesuai dengan premis-premis yang tersedia dan berhubungan secara logis dengan pernyataan tersebut.
  Konklusi yang ditarik tidaklah boleh lebih luas dari premisnya.

§  Inferensi Tidak Langsung
      Inferensi Tidak Langsung adalah penarikan kesimpulan (konklusi) dengan menggunakan dua premis.
     Konklusi tidaklah lebih umum dari pada premis-premisnya.
     Premis-premis merupakan proposisi-proposisi yang digunakan untuk membuat konklusi.
     Proposisi-proposisi yang menjadi premis-premis dalam suatu silogisme disebut antesendens, sedangkan proposisi yang menjadi konklusi disebut konsekuens.

§  HUKUM INFERENSI:
1.       Kalau premis-premis benar, maka kesimpulan benar.
2.       Kalau premis-premis salah, maka kesimpulan dapat salah, dapat kebetulan benar.
3.       Bila kesimpulan salah, maka premis-premis juga salah.
4.       Bila kesimpulan benar, maka premis-premisnya dapat benar, tetapi dapat juga salah.
§  Konstruksi Teori
       Defenisi: teori=model/kerangka pikiran yg menjelaskan fenomen alami/sosial tertentu.
       Teori dirumuskan, dikembangkan, dievaluasi menurut metode alamiah.
       Defenisi lain: KBBI ->teori= pendapat yg dikemukakan sbg keterangan ttg suatu peristiwa. Miarso->teori=‘jendela’ utk mengamati gejala yg ada, dan berdasar data empiris berhasil  dianalisis dan disintesekan.

§  3 model kontruksi
       Model korespondensi: kebenaran sesuatu dibuktikan dengan menemukan relevansinya dengan yang lain.
       Model koherensi: sesuatu dipandang benar bila sesuai dengan moral tertentu. Mementingkan kesesuaian antara kebenaran obyektif –rasional universal dan kebenaran moral/ nilai. Model ini digunakan dalam pendekatan fenomenologis.
       Model paradigmatis: Konsep kebenaran ditata menurut pola  hubungan yang beragam, menyederhanakan yang kompleks.

§   Aliran dalam Konstruksi Teori
       Reduksionisme: teori itu suatu pernyataan yg abstrak, tdk dpt diamati scr empiris, dan tdk dpt diuji langsung.
       Instrumentalisme:  teori adalah instrumen bagi pernyataan observasi agar terarah dan terkonstruksi.
       Realisme: teori dianggap benar bila real, scr substantif ada,  bukan fiktif.

Subjektivisme dan Ojektivisme


·         SUBYEKTIVISME
        I.            Pengetahuan dipahami sbg keyakinan yang dianut oleh individu.
      II.            Dari pangkal pandangan individu, pengetahuan dipahami sebagai seperangkat keyakinan khusus yang dianut oleh para individu.
    III.            Pendukung pandangan ini adalah:
    IV.            - Aristoteles, Plato, Rene Descartes
      V.            - Kaum Solipsisme (solo ipse)
    VI.            - Kaum Realisme Epistemologis
  VII.            -Kaum Idealisme Epistemologis


Ciri-ciri pendekatan Subyektivisme:
  q  Menggagas pengetahuan sbg suatu keadaan mental yang khusus (semacam kepercayaan    yang istimewa),misalnya sejarah, kepercayaan2 yg lain, dst.
  q  Pengalaman subyektif (kokoh terjamin) sbg titik tolak pengetahuan dari data inderawi (intuisi) diri sendiri.
  q  Prinsip subyektif tentang alasan cukup, karena pengalamanan bersifat personal, benar secara pasti dan meyakinkan karena berlaku sebagai pengetahuan langsung dari diri subyek.

       DESCARTES:
       Cogito ergo sum cogitans: saya berpikir maka saya adalah pengada yang berpikir.
       Ketika Descartes berbicara mengenai “berpikir”, ia tidak bermaksud secara eksklusif pd penalaran saja, tetapi melihat, mendengar, merasa, senang atau sakit, kehendak (seluruh kegiatan sadar) masuk dalam kegiatan “berpikir”.
       Realisme Epistemologis: berpendapat bahwa kesadaran menghubungkan saya dengan “apa yg lain” dari diri saya.
       Idealisme Epistemologis: berpendapat bahwa setiap tindakan mengetahui berakhir di dlm suatu ide, yg merupakan suatu peristiwa subyektif murni.

                                                OBYEKTIVISME

       Suatu pandangan yang menekankan bahwa butir-butir pengetahuan manusia – dari soal yang sederhana sampai teori yang kompleks – mempunyai sifat dan ciri yang melampaui (di luar) keyakinan dan kesadaran individu (pengamat).
       Pengetahuan diperlakukan sebagai sesuatu yang berada diluar ketimbang di dalam pikiran manusia.
       Pendukung pandangan ini adalah:
      Popper, Latatos dan Marx

Ada 3 pandangan dasar Objektivisme:
1 .        Kebenaran itu independen terlepas dari pandang subjektif,
2 .       Kebenaran itu datang dari bukti faktual,
3 .       Kebenaran hanya bisa didasari dari pengalaman inderawi.
Pandangan ini sangat dekat dengan positivisme dan empirisme.



Pengetahuan dalam pengertian Objektivisme:
       sepenuhnya independen dari klaim seseorang untuk mengetahuinya ;
       Pengetahuan itu terlepas dari keyakinan seseorang atau kecenderungan untuk menyetujuinya atau memakainya untuk bertindak.
       Pengetahuan dalam pengertian obyektivis adalah pengetahuan tanpa orang: ia adalah pengetahuan tanpa diketahui subjek.” (Karl R. Popper)
       Obyek-obyek memiliki kualitas-kualitas yang sama seperti yang disajikan kepada persepsi, sehingga tindakan persepsi tidak mengubah sedikit pun obyek.
        Para filsuf Skolastik mengangap perlu untuk memperbaiki beberapa keyakinan harian kita, yaitu: meletakkan “kesalahan” pada indera, karena indera tidak pernah salah.
Perlu mengingat pembedaan antara obyek khusus dan obyek umum.
v  Obyek khusus merupakan data yang ditangkap hanya oleh satu indera. Misalnya, warna, suara, bau.
v  Obyek umum merupakan data yang dapat ditangkap oleh lebih dari satu indera. Misalnya keluasan dan gerakan yang dapat dilhat dan diraba atau oleh indera lainnya.
Objektivisme
v  Keyakinan tidaklah selalu obyektif dalam hubungannya dengan kesadaran pertimbangan, tetapi obyek-obyek konseptual benar-benar bersifat obyektif.
v  Masalah persepsi tetap merupakan masalah yang paling besar yang tidak terpecahkan di dalam keseluruhan epistemologi.

LOGIKA

Apa Itu Logika
       Logika dari bahasa Yunani , yaitu logikos berarti: sesuatu yg diungkapkan/diutarakan lewat bahasa.
       Pertama sekali digunakan istilah itu oleh Zeno dari Citium (334 – 262 seb. M).
       Logika = cabang filsafat yg mempelajari, menyusun, dan membahas asas2/aturan formal serta kriteria yg sahih bagi penalaran dan penyimpulan utk mencapai kebenaran yg dpt dipertanggungjawabkan scr rasional.
       Secara singkat dapat dikatakan logika adalah ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus (tepat).
Ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan tentang pokok yang tertentu. Kumpulan ini merupakan suatu kesatuan yang sistematis serta memberikan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Penjelasan seperti ini terjadi dengan menunjukkan sebab-musababnya

       LogIka juga merupakan ilmu pengetahuan dalam arti ini. Lapangan ilmu pengetahuan ini ialah azas-azas yang menentukan pemikiran yang lurus, tepat dan sehat. Agar dapat berpikir lurus, tepat dan teratur, logika menyelidiki, merumuskan seta menerapkan hukum-hukum yang harus ditepati.
       logika bukanlah teori belaka. Logika juga merupakan suatu keterampilan untuk menerapkan hukum-hukum pemikiran dalam praktek.
       Inilah sebabnya mengapa logika disebut filsafat yang praktis.

            Objek Logika
 Ø  Objek material logika adalah manusia itu sendiri.
 Ø  Objek formal logika ialah kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran yang tepat yang tampak melalui ungkapan pikiran melalui bahasa.

             Manfaat Belajar Logika
1  .       Membantu setiap  orang untuk mampu berpikir kritis, rasional, metodis.
2  .       Kemampuan meningkatkan kemampuan bernalar scr abstrak.
3  .       Mampu berdiri lebih tajam dan mandiri.
4  .       Menambah kecerdasan berpikir, shg bs menghindari kesesatan dan kekeliruan dlm menarik kesimpulan.

Sejarah Logika

    Sebagai istilah logika pertama sekali digunakan oleh Zeno dg aliran stoisismenya, tapi filsuf pertama yang menggunakan logika sebagai ilmu adalah Aristoteles. Kendati istilah yg digunakan adalah analitika, tp dialah yg pertama sekali meneliti berbagai argumentasi yg berangkat dr proposisi yg benar.
    •       Prinsip logika tradisional yg dikembangkan Aristoteles tetap menjadi prinsip2 logika modern. Logika tradisional membahas definisi, konsep dan term menurut struktur, susunan dan nuansa, seluk beluk penalaran utk mendapat kebenaran yg sesuai dg kenyataan.

Macam – Macan Logika
       Logika kodrati: suatu suasana saat akal budi bekerja menurut hukum logika scr spontan. Mis. Saat kuliah seorang mhs mendapat SMS dari ibunya agar menjemput adik dr sekolah pukul 1 siang. Mhs tdk perlu bertanya mengapa hrs menjemput krn dia yakin itu perintah ibunya.
       Logika ilmiah: berusaha mempertajam akal budi manusia agar dpt bekerja lebih teliti atau tepat, sehingga kesesatan dapat dihindari. Dipelajari berbagai aturan, hukum, asas agar diperoleh pemikiran yg benar dan bs dipertangungjawabkan secara rasional.


Logika Formal
       Logika yang berbicara tentang kebenaran bentuk
       logika formal disebut juga logika minor.
       Sebuah argumen dikatakan mempunyai kebenaran bentuk, bila konklusinya kita tarik secara logis dari premis atau titik pangkalnya dengan mengabaikan isi yang terkandung dalam argumentasi tersebut.

Misalnya:
Semua pegawai negeri adalah penerima gaji.
Semua pegawai swasta adalah penerima gaji.
Jadi, pegawai negeri adalah pegawai swasta.

       Contoh diatas memperlihatkan susunan penalaran yang tidak tepat dengan demikian penalaran tersebut tidak dengan demikian penalaran tersebut tidak memiliki kebenaran bentuk.

S Sumber Oleh : Dosen Mikha Agus Widyanto, M.PDd. dan Dosen Carolus 
     Critical Thinking.pptx Subjektivisme dan Objektivisme.pptx dan Logika.pptx  (di ambil dari microsoft power point yang diberikan)

s

5 komentar:

  1. lengkap blognya.. warnanya peach jadi keren.. 86 buat novy

    BalasHapus
  2. blognya menarik.. 89 buat novy :)

    BalasHapus
  3. Lengkap sekali blogmu semangat terus yaaaa :))) 88 dari aku

    BalasHapus
  4. Bagus nove blognyaaa :) 83 dehh hehehe

    BalasHapus